Pengaruh PER dan EPS terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Sektor Farmasi yang Terdaftar di BEI Periode 2021-2024
DOI:
https://doi.org/10.64019/jisss.v2i2.78Keywords:
Price Earning Ratio, Earning Per Share, Harga SahamAbstract
Peranan farmasi untuk pendistribusian obat-obatan, peralatan medis sangat diperlukan di Indonesia, karena mengingat pada tahun 2021, masih dalam masa pandemi COVID-19 yang dimulai dari tahun 2019 lalu. Dimana saat seperti ini akan terjadi lonjakan harga bahan baku dan biaya lainnya mengikuti naik nya harga impor tersebut dan juga banyak nya persaingan antar perusahaa yang ingin ekspor maupun impor obat-obatan nya ke negara terdampak. Salah satu tujuan dari persaingan antar sektor farmasi ini adalah untuk menaikan harga saham guna mendukung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)(Safitri, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Price Earning Ratio (PER) dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Harga saham dianggap sebagai gambaran kinerja perusahaan, dan biasanya menjadi acuan utama bagi investor saat ingin berinvestasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan data yang diambil dari laporan keuangan perusahaan yang sudah tersedia (data sekunder). Jumlah perusahaan yang dijadikan sampel adalah 20, dipilih berdasarkan kriteria tertentu (purposive sampling). Data dianalisis dengan menggunakan metode regresi linier berganda, serta dilakukan beberapa uji statistik seperti uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi untuk memastikan validitas hasil. Hasilnya, EPS terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan PER tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun, secara bersama-sama PER dan EPS tetap memengaruhi harga saham. Kesimpulannya, laba perusahaan (EPS) menjadi faktor penting bagi investor dalam menilai saham. Karena itu, perusahaan disarankan untuk terus memperbaiki kinerja keuangannya, terutama dalam menghasilkan laba, agar harga saham tetap menarik di pasar modal.
