Representasi Keagamaan dalam Iklan Digital Berbasis AI: Problematika Hukum dan Etika Pada Video “Umrah di Candi Borobudur”

Authors

  • Islana Jati Waluya Doctoral Program in Da'wah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, South Tangerang
  • Andi Faisal Bakti Doctoral Program in Da'wah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, South Tangerang
  • Tantan Hermansyah Doctoral Program in Da'wah and Communication, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, South Tangerang

DOI:

https://doi.org/10.64019/jisss.v3i1.90

Keywords:

Artificial Intelligence, Etika Periklanan Digital, Hiperrealitas, Komodifikasi Agama, Komunikasi Islam, Simbol Keagamaan

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan baru dalam komunikasi pemasaran digital, khususnya penggunaan simbol keagamaan yang berpotensi menimbulkan komodifikasi agama dan persoalan etika. Penelitian ini menganalisis iklan berbasis AI “Umrah di Candi Borobudur” untuk mengidentifikasi bentuk penyalahgunaan simbol keagamaan, potensi pelanggaran hukum komunikasi digital, serta implikasinya terhadap tata kelola komunikasi yang etis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui dokumentasi, observasi digital, wawancara, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual AI membangun hiperrealitas dengan mengubah simbol ibadah menjadi instrumen promosi komersial, sehingga memunculkan persoalan komodifikasi agama, potensi misinformasi, dan lemahnya pengawasan konten AI. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi pemasaran berbasis AI yang transparan, akuntabel, dan sensitif terhadap nilai agama serta mengusulkan Ethical AI Religious Advertising Governance Model sebagai kerangka tata kelola periklanan keagamaan berbasis AI.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-28

How to Cite

Representasi Keagamaan dalam Iklan Digital Berbasis AI: Problematika Hukum dan Etika Pada Video “Umrah di Candi Borobudur”. (2026). Journal of Islamic Studies & Social Science , 3(1), 51-70. https://doi.org/10.64019/jisss.v3i1.90

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.